Tuesday, September 9, 2008

Desert Of Life


Siapapun tidak ingin hidup atau memasuki masa padang gurun, karena padang gurun identik dengan suatu keadaan yang gersang dan tandus, penuh dengan kesengsaraan. Meski demikian, kadangkala Tuhan mengijinkan kita untuk melewati masa2 sukar tersebut, seperti yang pernah dialami oleh bangsa Israel. Mereka tidak dituntun melalui jalan yang singkat dan instant, melainkan dibawa Tuhan berputar-putar melewati padang gurun selama 40 tahun sebelum mencapai kanaan.

Masa padang gurun bisa berarti masa-masa sukar dalam kehidupan kita. Bisnis sedang merosot atau mungkin sudah berada di ujung tanduk, keluarga kita sedang mengalami masalah, kesehatan memburuk dan kita mengalami krisis keuangan, bahkan dikejar-kejar utang. Di masa-masa sulit inilah hati kita mulai tergoncang, stress, mengeluh, bersungut-sungut dan bahkan kita berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Bila kita bersikap demikian, kita sama seperti dengan bangsa Israel, yang sekalipun melihat perbuatan2 besar Tuhan dinyatakan, tidak ada henti-hentinya mereka bersungut-sungut, bahkan berontak kepada Tuhan. Sesungguhnya bila kita melihat masa padang gurun dengan cara pandang positif, kita akan tahu bahwa hal tersebut memang diijinkan Tuhan untuk kebaikan kita sendiri. Kita bisa melihat ‘keindahan’ masa padang gurun dengan belajar dari pengalaman bangsa Israel, dimana masa padang gurun adalah masa untuk masuk dalam pngalaman penuh dengan mujizat bersama Tuhan.

Kapan bangsa Israel mengalami mujizat Tuhan secara bertubi-tubi? Yaitu ketika mereka masuk masa padang gurun itu. Air mara pahit menjadi tawar, malam hari ada tiang api yang menerangi dan tiang awan di siang hari sehingga mereka tidak kepanasan dan tetap teduh, mereka dipelihara Tuhan dengan roti manna dan burung puyuh, juga bisa menyeberangi laut teberau seperti tertulis”…orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.”(keluaran 14:22). Jika kita sedang mengalami masa padang gurun jangan mengeluh, ini adalah kesempatan kita melihat mujizat Tuhan dinyatakan.

Ada satu buku; judulnya ke tempat yang tinggi karangan Hannah hurnard, terbitan tahun 1978, kayaknya sih sekarang udah ga ada yang jual. Nyeritain seseorang bernama ‘kuatir’ yang kakinya pincang dan bekerja pada si Gembala Agung. Suatu hari, si Gembala Agung mengetahui keinginan hati si kuatir untuk punya kaki yang sempurna, tapi syaratanya dia harus mengikuti Dia ke Tempat Yang Maha Tinggi.

Si kuatir memulai perjalanannya dengan susah payah, ia harus melepaskan diri dari keluarganya dan masuk kepadang gurun. Padang gurun bukanlah tempat yang menyenangkan. Kering kerontang, gersang dan hampa. Tempat yang sepi dimana tak ada seorangpun terlihat dan hanya Gembala agung yang ada walaupun sepertinya seringkali Dia tidak terlihat. Tempat dimana sulit sekali mencari setetes air dan kekeringan terasa di mana-mana.

Sama kayak bangsa Israel pas keluar dari mesir dengan gegap gempita, dengan penuh keajaiban dan mujizat seperti serbuan serangga, wabah penyakit, gelap gulita, laut terbelah, suara yang mengguntur dari atas bukit, tiang awan dan tiang api. Tapi bangsa yang sama yang mengalami semuanya itu dengan segera manjadi pahit dan kering ketika mereka harus melewati padang gurun. Semua semangat dan kegembiraan dengan segera menguap di gurun yang kering. Dan sekalipun tiang awan dan tiang api menyertai mereka(Kel 13:22), bangsa Israel sepertinya tidak lagi mengganggap hal itu sebagai hal yang aneh dan mereka mulai bersungut-sungut dan mengomel,.

Seperti pesta yang sudah usai, segala kegembiraan udah lewat dan saat kita terbangun mendapati rumah yang sudah sepi, yang tertinggal hanyalah sampah-sampah sisa pesta tanpa ada seorangpun yang membantu kita untuk membereskan. Seperti suami-istri yang baru pulang berbulan madu dan kembali harus menghadapi kanyataan, tagihan dan pekerjaan. Hilang sudah masa kegembiraan dan yang tersisa hanya rasa berat, hampa dan sepi.

Kalau kita melihat kehidupan yusuf di alkitab, kita seperti melihat mobil yang berjalan melewati jalan yang penuh dengan polisi tidur dan lubang. Terantuk-antuk dan naik turun terus-terusan. Saya selalu bertanya-tanya apakah di penjara yusuf akan kecewa, apakah dia menanyakan dimanakah Tuhan? Dimanakah teman-temanya? Terbangun di tempat asing dengan penjahat dari seluruh mesir berkumpul, tanpa perlindungan hak asasi dan tanpa perlakuan manusiawi, teman teman yang menyertainya di rumah potifar sekarang balik mencibir, keluarganya berada di tempat yang jauh dan Tuhan yang dipuja dan disembahnya entah dimana. Tuhan yang diikuti yusuf membiarkannya terbangun di penjara, sendirian di bawah tatapan jahat teman2 sepenjaranya. Apakah yusuf kesepian?

Di Samuel 21 dan 22, Daud baru saja jadi pahlawan di negerinya, kepopulerannya bahkan melebihi kepopuleran presiden negerinya. Tapi hari ini, dia duduk merenung di pojokan gua di tempat terpencil di padang gurun yang kering. Tanpa teman bahkan tanpa harta sepeserpun, bahkan untuk makan siank dia harus membohongi pendeta untuk mendapatkan roti. Padahal belum lama ini dia baru saja menjadi pembela Tuhan yang paling gigih, ketika teman-teman senegerinya melupakan Tuhan, dia tetap mempercayai Tuhan, meraih kemenangan dan menjadi pahlawan.duduk seorang diri di gua adulam di tengah gurun, apakah daud bertanya-tanya dimana Tuhan? Tanpa harta dan tanpa teman, apakah daud masih tetap merasa dekat dengan Tuhan. Daud yang mengalahkan goliat tanpa mengeluarkan setetes keringat pun, sekarang berkeringat dingin memikirkan apa yang akna terjadi padanya. Iman daud yang mengalahkan goliat baru saja ditukarkan dengan sepotong roti, sendirian dan Tuhan terasa jauh, di padang gurun yang kering.

Patah hati, kehilangan pekerjaan, kecelakaan dan sakit penyakit. Sorak sorai di pagi hari dan isak tangis di malam hari. Saat teduh yang indah di pagi hari dan teriakan mencari Tuhan di malam harinya. Cepat atau lambat, setiap dari kita akan masuk ke padang gurun, tanpa peringatan, tiba-tiba saja Tuhan terasa jauh entah di mana dan teman-teman hilang. Atau kalaupun teman-teman masih ada, mereka lebih baik tidak ada karena mengesalkan (ingat ceita ayub?),

Setiap orang punya padang gurunnya sendiri yang berbeda-beda, masa-masa di mana seseorang mencari Tuhan dan berhadapan langsung denganNya. Masa dimana kita harus tetap mempercayai dia atau kembali ke mesir.

Daud memilih untuk tetap mempercayai Tuhan tak terlihat dan sepertinya jauh. Dan seperti yang kita bisa baca di alkitab, kaum keluarga daud datang membantunya dan 600 orang datang kepadanya menjadi teman-teman seperjuangannya, teman-teman barunya seumur hidup. Yusuf memilih untuk tetap mempercayai Tuhan sekalipun sulit untuk melihat Tuhan di tengah penjara yang gelap, lembab dan bau. Yusuf menjadi perdana menteri dan berkumpul lagi dengan keluarganya.

Kalau kamu merasakan Tuhan terasa jauh, kamu bukan orang pertama yang mengalami hal itu. Cepat atau lambat kita orang Kristen harus menghadapi masa di mana kita harus belajar untuk tetap mempercayai Tuhan sekalipun Dia tampaknya diam dan jauh. Saat seperti ini hanya ada 2 pilihan. Tetap menyeberangi gurun atau kembali ke ‘mesir’ (dosa lama).

Sebenarnya Tuhan gak pernah jauh walaupun Dia terkadang sepertinya jauh. Kenyataan bahwa kamu merasa Tuhan jauh dan merasakan kerinduan untuk dekat kepada Tuhan lagi seperti dulu menunjukkan kalo Roh Kudus masih di dalam kamu. Kalau Roh Kudus udah ga ada di dalam kamu dan Tuhan bener2 jauh, kamu gak akan pernah merasa Tuhan jauh dan gak bakalan merasa ada sesuatu yang salah. Tapi karena Roh Kudus ada di dalam kita, Dia yang menaruh kerinduan di dalam kita untuk mencari Tuhan. Perasaan kamu yang merasa ada sesuatu yang salah dan Tuhan sepertinya menjauh justru menunjukkan Roh Kudus gak pernah jauh. Masalahnya, apakah kita akan tetap mempercayai Tuhan sekalipun dia ‘terasa’ jauh atau nggak. (Min2, Air Hidup, Yeremia)

-----------------------------------------------------------

Masa Padang gurun adalah masa terbaik Tuhan membentuk dan memproses kita menuju berkat

--------------------------------------------------------------

Cepat atau lambat kita orang Kristen harus menghadapi masa di mana kita harus belajar untuk tetap mempercayai Tuhan sekalipun Dia tampaknya diam dan jauh

Friday, September 5, 2008

Kasih..!!



Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
1 Korintus 13 : 1 - 3

kau bilang kau bisa berkata-kata
dalam semua bahasa
dan andai saja engkau mengerti
ucap malaikat surgawi

apa bila kau mampu untuk membuka
semua rahasia di dunia
dan walau kau yakin bisa berkata
gunung pergilah ke sana

Reff:
namun semuanya...
hampa tak berguna
ada yang kau lupa
adakah kasih di hatimu ataukah dengki
yang tersisa di sana

adakah hati yang terbuka
adakah kasih di sana
mangalir dan memancarkan
keindahan yang sejati

sampai nanti kita semua
kan melihat dengan mata
bertemu muka dengan Dia
yang sempurna
Bobby One Way - Kasih

Kasih, itulah yang terngiang ngiang di kepalaku tadi malam, dan aku mulai ingat ayat di 1 korintus 13 : 1 -3, walaupun kita setia dalam melayani Tuhan, Selalu mengagungkan namanya, namun jika kita tak mempunyai kasih, kita sama seperti gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

belajarlah untuk saling mangasihi, sama seperti Bapa kita adalah Kasih....

Thursday, September 4, 2008

Elang dan Kucing Hutan



From My Old Blog.....

Seekor elang jatuh cinta kepada seekor kucing hutan. Walaupun tempat hidup dan cara pikir mereka sangat berbeda, tapi elang tidak peduli karena dia sangat mencintainya. Mereka menikah dan tinggal di satu batang pohon. Pada awalnya mereka bahagia, tapi elang tetaplah elang. Dia diciptakan untuk terbang tinggi dan menjadi penguasa angkasa bukan untuk bertengger di batang pohon sepanjang hari. Elang berusaha mengajak pasangannya terbang di angkasa dengan cara menggendong-nya tetapi kucing hutan terlalu berat. Elang menjadi cepat lelah dan tidak bisa terbang lebih tinggi dari pohon-pohon. Dia akhirnya lebih sering menemani pasangannya dan jarang terbang lagi sehingga sayap-sayapnya menjadi lemah dan tak terlatih. Pernikahan yang semula harmonis sekarang diwarnai pertengkaran karena perbedaan yang sangat mencolok di antara mereka. Elang, yang sangat mencintai pasangannya akhirnya menyerah dan memotong sayapnya yang memang sudah lemah. Sepanjang hidupnya elang melompat-lompat di batang pohon dan hanya melihat ke angkasa tempat dimana dia seharusnya berada.

Tuhan punya rencana yang berbeda untuk kamu, dan Dia sudah menyiapkan tempat dimana kamu seharusnya berada dan orang yang kamu suka itu ga akan bisa ikut ke tempat kamu bisa menjalani hidup yang maksimal. Seorang pria akan bisa mencapai tempat yang Tuhan sediakan ketika dia mempunyai seorang pasangan yang mempercayai hal yang sama, visi yang sama dan bersedia bersama-sama berusaha mencapai visi itu.

Memang ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti setelah lama bersama-sama, kucing hutan akan berubah menjadi elang dan mereka bisa terbang bersama tapi kemungkinannya kecil. Yang seringkali terjadi justru elang yang sayapnya menjadi lemah atau justru elangnya yang berubah menjadi kucing hutan. Resikonya terlalu besar, Salomo adalah salah satu elang yang dimasa tuanya sayapnya menjadi lemah karena dia mencintai orang yang salah.

Bagaimanapun, keputusan ada di tangan kamu karena yang menentukan jalan mana yang akan kamu pilih adalah kamu sendiri. Tapi paling tidak kamu harus tahu resiko apa yang tersedia untuk jalan yang kamu pilih. Saran saya, carilah pasangan yang bisa mendukung kamu ke tempat yang seharusnya.

From Gfresh no 76

Perbincangan Iblis



From My Old Blog....

Di pojok sebuah pub, remang-remang, musik dengan ritme yang monoton membuat jantung ikut berdegup kencang, terlihat lima sekawan iblis sedang duduk ngobrol. Rupanya mereka baru saja membujuk seorang anak muda yang masih ingusan untuk pertama kalinya masuk sebuah pub.

“Hehe, hik!” si Iblis Teler yang sedang mabuk mulai membuka perbincangan seru, “..aku, hik!, ..pengen tahu .. hik.. apa saja yang kalian lakukan untuk menjerat manu..hik..sia agar jauh dari TUHAN, hik!”

“Idih, gampang aja deng..” jawab si Iblis Bencong sambil mengelus-elus tanduknya yang baru saja dikeriting di salon, “..langsung aja gua suruh doi buat bikin dosa!”
“Caranya?” si Iblis Bloon penasaran.
“ Ya, langsung aja aku bujuk biar ngebo’ong, nyuri, bahkan ngebunuh, wei ce!”

“Hehe… zaman sekarang manusia emang gampang dibo’ongin..” Sahut Iblis Gembrot dengan suaranya yang berat, sekitar 130 kilo beratnya, “..kalo cara saya ialah gua bikin hati manusia penuh kekecewaan, kepahitan, benci sama temannya, ortunya atau saudaranya, itu dosanya sama dengan membunuh! Coba aja baca di 1 Yohanes 3:15”.
“Ah elo, kayak yang suka baca alkitab aja! ..Glek-glek-glek” timpal si Iblis Teler sembari terus nenggak alkohol 100%.
“Euh.. ketinggalan lu! Kita harus hapal itu isi alkitab, nyong! Kita kan bisa puter balikin ayat-ayat alkitab itu buat nipu manusia.. biar mereka ragu kalo alkitab itu firman TUHAN atau bahwa YESUS itu TUHAN..”
“HEI! JANGAN SEBUT-SEBUT NAMA ITU!, saya jadi gemeter, nih!
“Ups… sori!”.

Sementara itu si anak ingusan tadi kelihatan sedang didekati oleh seorang wanita yang menawarinya sebuah pil. Apa daya, anak itu pun memakannya. Gedek deh!

“Hehehe.. betul juga cara elo, kalo manusia udah kena kekecewaan, udah gampang deh kita tunggangin, dia bisa marah, dia bisa males doa, males baca alkitab, dia bisa gampang kita arahin.. kayak anak ingusan yang tadi kita bawa ke sini” Ujar si Iblis Bawel yang dari tadi belum kelihatan bawelnya, “Tapi kalo gua lebih suka cara mutakhir..”
“Gimana tuh?” si Iblis Bloon penasaran lagi.
“Ya gua buat manusia nggak percaya adanya iblis.., mereka bilang iblis itu cuman dongeng buat nakut-nakutin anak kecil, dan pada akhirnya mereka juga bakalan bilang kalo TUHAN itu nggak ada. HAHAHA!”

Si Iblis Bencong mengernyitkan dahinya yang penuh bisul, lalu katanya sambil menepuk kening si Iblis Bawel “Hei, tapi caraku lebih jitu… aku buat manusia percaya kalo iblis itu ada yang baik, kayak aku deng!, hehe.. caraku berhasil kan, makanya keluar tuh Si Manis Jembatan Ancol, Jin dan Jun, Tuyul dan Mbak Yul, Jinny Oh Jinny, Casper, Aladin dan Jin Lampu, penyihir-penyihir bahenol di pilem Charmed, Spawn, The Crow, dll-dsb hehehe, padahal mana ada iblis itu baik, kita-kita kan jahat-jahat, bo!”

Si Iblis Bawel berusaha kembali berdiri gara-gara tadi jatuh ditepuk oleh si Iblis Bencong, katanya: “Oke deh.. gak ada cara yang paling jitu… semua bisa kita pake buat jerat manusia. Apa sih manusia.. TUHAN ciptain mereka itu kemampuannya lebih rendah dari kita-kita ini, mereka punya banyak kelemahan… kita bisa lihat mereka tapi mereka gak bisa lihat kita, dan kita bisa 24 jam mengintai mereka. Kalau mereka lagi lengah atawa buka celah, abis dah mereka. Tapi kadang gua suka pengen ketawa, banyak manusia merasa bisa mengalahkan kita, HUA HA HA HA ..MANA MUNGKIN!!!”

“KECUALI…” teriak si Iblis Bloon berbisik.
“KECUALI APA?” bentak si Iblis Bawel sambil melotot, towew.. matanya keluar, plung. Si Iblis Teler yang sedang ketiduran gara-gara mabuk sampai kaget dan terlempar ke langit-langit.
“…kecuali mereka mengandalkan TUHAN buat melawan kita. Kalian tau kalo mereka sudah tunduk kepada TUHAN dan lalu mereka melawan kita, kita bisa K.O.! itu ada ayatnya di Yakobus 4:7”
“Betul.. aku paling benci-benci-benci deh kalo itu terjadi, roh mereka yang kecil itu tiba-tiba jadi gede kalo udah sama TUHAN, aku jadi gak ku-ku deket-deket sama mereka!”, timpal si Iblis Bencong memoleskan lipstik di hidungnya.

Si Iblis Gembrot rada-rada ngerenung.., “itulah masalah saya, saya lagi ngintai satu anak, tapi ia selalu ada dalam hadirat TUHAN, saya gak bisa masuk.. bahkan deket aja susah. Ada si malaikat-malaikat ngelilingin dia, terus dia selalu jaga hidupnya dan pergaulannya, yang parah ialah dia ada kontak terus ama TUHAN, 24 jam.. nek! Saya jadi stress berat!”
“Wah-wah-wah… kalo gitu kamu harus kerja ekstra keras tuh, intai terus sampe dia lengah, kalo buka celah.. kita bawa temen-temen kita buat nyerbu!” seru si Iblis Bencong.
“Susah! Dia udah jadi menara doa, kemanapun dia pergi hadirat Tuhan menyertainya. Udah gitu punya buanyak backing, dia bentuk kelompok-kelompok kecil yang saling mendukung dan mendoakan, saling menasehati dan menolong. Kelabakan deh kita!”

“Hei.. kita udah cerita cara-cara kita ngejerat manusia, bahkan kalo aku mau cerita cara-cara lainnya bisa-bisa blog ini gak muat bo! Nah sekarang kamu gimana.. dari tadi belum cerita caranya kamu!” Tanya si Iblis Teler yang masih nempel di langit-langit kepada si Iblis Bloon.
“Aku mah sederhana saja, aku biarin manusia tiap minggu ke gereja bahkan aku biarin mereka ikutan melayani pekerjaan Tuhan..”
“LHO KOK?” si Iblis Bencong, Iblis Bawel dan Iblis Gembrot kaget sampai-ampai ikutan menempel di langit-langit bertemu si Iblis Teler, “Halo.. apa kabar?” kata si Iblis Teler basa-basi.

Si Iblis Bloon dengan tenang mengambil minumannya dan meminumnya sampai habis, tapi lewat telinga, ..maklum bloon. “Ya, aku buat mereka cukup puas dengan cuman datang ke gereja tanpa rindu melayani TUHAN, mereka akan mudah berkompromi sama dosa, tidak mengikuti pesan-pesan TUHAN yang disampaikan hamba-hambaNYA bahkan mencemoohkannya. Boleh dia masuk hadirat Tuhan sewaktu-waktu, tapi jangan sampe terus dia ada di ”tempat tinggi”.
“BRAK!” langit-langit pub itu rupanya gak kuat menahan para iblis, terutama si Iblis Gembrot. “Lalu bagaimana dengan orang yang kau biarkan melayani TUHAN? … ngek!” tanya si Iblis Teler yang kegencet sama si Iblis Gembrot.
“Aku biarkan dia melayani karena rutinitas, biar dia cukup puas sudah melayani, bahkan aku buat sibuk tanpa tuntunan dari TUHAN, aku buat saat teduhnya ancur, roh doanya melempem, aku buat dia selalu berbuat dosa dengan mengatakan gak bakalan apa-apa karena dia bisa terus minta ampun sama TUHAN, dan aku buat dia cuman sibuk dengan program organisasi tanpa ada belas kasihan sama jiwa-jiwa yang sudah kita “menangkan” hehehehe…!

“OKE BANGET!” teriak semua iblis disitu, “ternyata lo emang pinter, On!

From Kacamata 3 Dimensi..Blognya fery ( Chief Editor Gfresh)

 http://www.kacamata3d.blogspot.com

Sunday, August 10, 2008

We are Born to Fly


"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah". Yesaya 40:31

ada sebuah pesawat, bentuk pesawat ini sungguh gagah, ia bagaikan burung besi raksasa yang siap untuk menaklukkan angkasa, kemudian pesawat itu bersiap untuk mengudara, namun anehnya pesawat itu hanya sebentar saja mengudara, kemudian pesawat itu mendarat mulus di jalan raya udah gitu pesawat ini mulai melaju di jalan raya yang hiruk pikuk. Pesawat itu luar biasa antik karena bisa melaju di anatara gedung-gedung bertingkat, melaju di antara rumah-rumah. Dalam hati saya sangat kagum dengan pilot pesawat tersebut, meskipun sayap kanan dan sayap kiri pesawat itu sangat panjang tapi sang pilot sanggup menyetir pesawat tanpa bertabrakan dengan gedung-gedung dan rumah-rumah di sekitarnya. Sangat menggagumkan kelihaian sang pilot pikir saya.

namun ada yang aneh pada pesawat ini selain keantikannya, :D, setiap orang yang memandang tampilan pesawat itu akan kagum karena besar, gagah, membanggakan dan dikendalikan oleh pilot yang berpengalaman pula. tapi sayang sekali pesawat itu cuman terbang sebentar saja, dan selama sisa waktunya dia habiskan cuman melaju di jalan raya, melaju berkelok-kelok demi menghindari benturan-benturan, menghindari tabrakan dengan gedung-gedung dan rumah-rumah, dan setelah itu berhenti dengan selamat. pesawat memang indah waktu mendarat, tapi pesawat bukan diciptakan untuk melaju di jalan raya, apalagi diciptakan untuk cuman diparkir di landasan, tapi untuk melayang tinggi di angkasa. Itulah tujuan pesawat diciptakan.

mungkin saja banyak orang yang memuji kita sebagai orang yang saleh, nggak pernah melanggar aturan, pandai mengendalikan diri, nggak ngerokok, ngga pake narkoba, ngga pernah liat filim jorok, nggak suka ngomong jorok, sopan, pokoknya baik budi, nggak suka bikin masalah ataupun berantem, alim, dsb, itu sangat bagus tapi itu saja nggak cukup, pertanyaannya sudahkan kita menggenapi firman Tuhan, bahwa kita sebagai anak Allah diciptakan untuk terbang tinggi dengan sayap iman.

saya menganalogikan Roh Kudus sebagai mesin penggerak pesawat kita, dan iman sebagai sayap pesawat kita. Roh kudus sebagai penggerak pesawat akan membawa kita terbang, terbang mengatasi hal-hal yang natural, dan masuk ke dalam perkara-perkara supranatural, melewati keterbatasan pandangan dan kemampuan manusia kita ini. jadi kalo kita hidup dalam alam yang penuh keterbatasan, bersama Roh kudus kita akan terbang dengan sayap iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Roh kudus akan membawa kita ke alam di mana kita akan mulai mencicipi arti "no limit" tanpa batas.

Hamba Tuha DL Moody pernah menjawab pertanyaan seseorang mengapa dia selalu berapi-api saat berkothbah. Dia menjawab pada Prinsipnya setiap orang suka melihat dan pasti tertarik pada suatu yang terbakar. Orang tertarik pada sesuatu yang excellent, yang ngga biasa-biasa saja, nggak cuman doing what everbody do. Kamu buat gini aku juga buat gini, kalo km buat gitu akupun buat gitu, biar nggak aneh di mata orang. Nggak akan cukup!!! Jadi seorang anak Tuhan haruslah berapi-api, excelent supaya menarik perhatian banyak orang pada Kristus. Istilahnya kudu outstanding.

Dulu di jaman kisah para rasul, kehidupan kekristenan yang normal itu adalah saat menumpangkan tangan ke atas orang sakit, orang sakit itu sembuh, kita usir setan, setan keluar, orang mati bangkit. Jaman sekarang malah terbalik, kita jadi terheran-heran waktu ada orang sakit sembuh waktu didoakan Hamba Tuhan, kita heran waktu setan diusir demi nama Yesus, padahal jaman kisah para rasul itu biasa, malahan sapu tangan rasul paulus bisa menyembuhkan banyak orang sakit, bayangan tubuh rasul petrus bisa menyembuhkan dan mengusir setan. itulah kekristenan yang normal pada waktu jaman kisah rasul. Justru yang ngga normal itu kalo kalo ada orang sakit didoakan nggak sembuh, setan nggak keluar saat di tengking.

Waktu kita dalam pesawat yang terbang di angkasa, maka kita nggak akan mengalami apa yang namanya gempa, banjir, tsunami, kita cuman melihat, mnyaksikan dari atas. Hantaman dunia seperti krisis ekonomi, krisis moral, krisis sosial, krisis kesehatan nggak akan menghancurkan iman kita. Tapi kenapa juga banyak anak Tuhan yang saat dilanda badai kehidupan mereka mengalami kerusakan yang sangat hebat? Mengalami krisis Iman, jawabannya adalah di dalam matius 7 : 24-27, mereka mendengar tapi tidak melakukannya. Mereka yang mendengar dan melakukakan, Tuhan bilang mereka yang bijaksana, walaupun datang hujan dan banjir, lalu angin melanda, tapi rumah itu tetap kokoh. Seorang yang mendengar dan melakukan berarti ada unsur ketaatan. Firman Tuhan itu untuk didengar - dibaca dipelajari - dihafalkan- direnungkan - diaplikasikan.
karena iman timbul dari pendengaran akan akan Firman Tuhan. Dengan sayap Iman itu kita akan Terbang seperti pesawat terbang, sesuai dengan destiny hidup kita dari mulanya.

"maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya". Yesaya 58:14

My Blog